|
Milenium
ketiga. Inilah waktunya, ada kesempatan luar biasa bagi gereja
dan tantangan luar biasa. Lebih daripada yang pernah ada, para
pendeta memerlukan suatu model untuk pelayanan yang dapat
memperlengkapi mereka guna menghadapi kakunya suatu budaya
yang gelisah, yang terus semakin beralih kepada
kegiatan-kegiatan duniawi.
Dalam
The 21st Century Pastor, David Fisher menyelidiki
konsep pelayanan Rasul Paulus untuk mengajukan suatu paradigma
yang alkitabiah dan juga relevan. Pandangan Paulus
disempurnakan dengan contoh-contoh dari pengalaman Fisher
sendiri sebagai pendeta selama dua puluh lima tahun, dengan
menyajikan sebuah peta jalan yang bersifat ilmiah, praktis,
dan dinamis, serta membangkitkan inspirasi bagi pendeta zaman
ini.
The 21st
Century Pastor mula-mula berbicara tentang soal-soal penting
menyangkut identitas gembala, pentingnya geografi, waktu,
serta eklesiologi. Kemudian mengupas berbagai kiasan Paulus
untuk pelayanan (buli-buli tanah liat, petani dan tukang
bangunan, pelayan dan penatalayan, dll.) untuk menunjukkan
suatu gambaran yang tepat tentang pendeta yang alkitabiah dan
efektif yakni jenis pendeta yang mau berbicara kepada jantung
kebudayaan modern dan bukan bersikap kendor dipinggiran
kebudayaan tersebut.
Dengan
memainkan peranan yang jarang yaitu berbicara sebagai seorang
pendeta kepada para pendeta, wawasan bijaksana Fisher membantu
pada pendeta untuk menjawab persoalan-persoalan identitas
mereka sendiri, memberi mereka kemampuan untuk melayani
masyarakat yang sangat membutuhkan. Fisher berkata, “Pada
pendeta yang tahu zaman apa sekarang ini akan menciptakan,
dalam nama dan kuasa Allah, komunitas-komunitas iman di mana
nilai-nilai Injil dirangkul, diajarkan, dan dijalankan dalam
hidup. |