|
Daftar Isi |
|
|
|
Pasal I: Apa itu pastoral konseling |
|
A. |
Hubungan timbal balik antara konselor dan konsele |
|
|
Mengapa
hubungan ini harus merupakan dialog, Hal-hal apa yang perlu
diperhatikan konselor dalam hubungan timbal batik ini: |
|
|
1. Sikap
merugikan dari pihak konsele, 2. Dorongan yang merugikan dari
dalam diri konselor sendiri |
|
B. |
Hamba Tuhan sebagai konselor |
|
|
Kecenderungannya ke arah profesionalisme, Kecenderungannya
dalam melakukan pelayanan konseling: |
|
|
1. Sikap
negatif I: tidak jujur terhadap diri sendiri, 2. Sikap
negatif II: menolak tanggung jawab. |
|
C. |
Suasana percakapan konseling yang ideal (Conducive Atmosphere) |
|
|
Understanding |
|
|
1. Empathy
(emphatic understanding), 2. Acceptance, 3. Listening |
|
|
Responding |
|
D. |
Mencapai tujuan hidupnya dalam tanggung jawabnya pada Tuhan |
|
|
1. Melihat
tujuan hidupnya secara Kristen, 2. Melihat Alkitab sebagai
standar kebenaran yang mutlak, untuk menilai tingkah laku dan
kebutuhannya, 3. Memakai sarana dan jalan yang sesuai dengan
iman Kristen dalam mencapai tujuan yang benar itu, 4. Melihat
tujuan hidupnya secara realistis, 5. Mencapai tujuan hidup
yang dicita-citakan dengan takaran dan kekuatan yang sudah
diberikan Tuhan kepadanya. |
|
|
|
|
Pasal II: Mengapa pastoral konseling perlu dipelajari
|
|
1. |
Kekaburan
tentang apa itu pastoral konseling |
|
2. |
Pastoral
konseling merupakan inti dan pelayanan seorang hamba Tuhan |
|
3. |
Ketidakpastian dalam dunia pastoral konseling |
|
|
|
|
Pasal III: Apa yang membuat pastoral konseling unik dan tidak
sama dengan konseling sekular |
|
1. |
Pastoral
konseling adalah pelayanan hamba Tuhan yang dipercayakan oleh
Allah sendiri |
|
2. |
Pastoral
konseling adalah pelayanan yang mutlak tergantung pada kuasa
Roh Kudus |
|
3. |
Pastoral
konseling adalah pelayanan yang didasarkan pada kebenaran
firman Tuhan |
|
4. |
Pastoral
konseling adalah pelayanan yang bersifat dasarkan teologia
dalam integrasinya dengan sumbangan ilmu-ilmu pengetahuan yang
lain, khususnya psikologi. |
|
|
Teologia
menentukan dasar motivasi pelayanan pastoral konseling,
Teologia menentukan tujuan dan pelayanan pastoral konseling,
Teologia menentukan dasar, alasan bahkan integrasinya dengan
sumbangan ilmu-ilmu pengetahuan
yang lainnya khususnya psikologi |
|
|
|
|
Pasal IV: Sumbangan psikologi dalam pastoral konseling |
|
1. |
Pengakuan
akan perlunya pengetahuan dasar psikologi |
|
2. |
Sumbangan
pertama: Informasi dan pengetahuan tentang gejala-gejala
kejiwaan pada
umumnya |
|
|
1. Motivasi dan kebutuhan orang di balik pemilihan role dalam
komunikasi |
|
|
Eric Berne
(Transactional Analysis), Thomas Harris (I am OK You are Ok) |
|
|
2. Cara yang dipakai untuk melindungi dirinya sendini |
|
|
Defense
Mechanism, Resistant dan Reluctant |
|
|
3. Tingkah laku yang dipilih untuk mengekspresikan unmet
desires |
|
|
Sexual
Activities, Pseudo-masculinity & Pseudo-femininity, Tingkah
laku yang merugikan |
|
|
W Glasser
Reality Therapy
Sigmund
Freud Psycho-analysa
Erik H.
Erickson Eight Ages of Man
Karen Homey
Social Psychology
Erich Fromm
Social Psychology
Albert Ellis
Rational Emotive Therapy
Frederick
Pearls Gestalt Psychology
Carl Rogers
Client Centered Therapy
Jay E. Adams
Nouthentic Counseling |
|
3. |
Sumbangan
kedua: Informasi dan pengetahuan tentang gejala-gejala
kejiwaan yang khusus, yang biasanya dikategorikan sebagai
abnormality |
|
|
1.
Pengenalan akan sebab-sebab penyakit jiwa: Predisposing
factors, Precipitating factors
2.
Pengenalan akan tanda-tanda utama dan penyakit jiwa: Fisik,
Psikis, Sosial, Spiritual
3.
Pengenalan secara garis besar jenis-jenis penyakit jiwa: |
|
|
Mental
Retardation
Organic
Brain Syndromes
Psychosis: |
|
|
Schizophrenia, Affective Disorders, Paranoid States |
|
|
Neurosis: |
|
|
Obsessive-Compulsive, Anxiety-Neurosis, Hysterical-Neurosis,
Phobic-Neurosis, Depressive-Neurosis |
|
|
Personality Disorders: |
|
|
Paranoid
personality, Cyclothymic personality, Schizoid personality,
Obsessive personality, Explosive personality, Hysterical
personality, Asthenic personality, Antisocial personality,
Passive Aggresive personality, Inadequate personality,
Immature personality, Emotionally Unstable personality |
|
|
Other
Non-Psychotic Disorders |
|
|
Sexual
Deviation, Alkoholisme, Kecanduan dan penyalahgunaan
Obat-obatan, Kejahatan dan Kenakalan |
|
|
|
|
Pasal V: Latihan Praktis Konseling |
|
|
Tahap I
Latihan Sensitivitas
Tahap II :
Latihan verbatim
Tahap III:
Latihan mengklasifikasikan kasus
Tahap IV:
Latihan menangani kasus-kasus konseling yang sesungguhnya
Tahap V :
Latihan lanjutan
DAFTAR
KEPUSTAKAAN |
|
|
|