|
Nama
“Nabi-nabi Kecil” menunjuk kepada kedua belas buku terakhir
yang menutup kanon Perjanjian Lama. Demikianlah kitab-kitab
itu dibedakan dari empat kitab nabi besar, yaitu Yesaya,
Yeremia, Yehezkiel dan Daniel. Mereka dipandang kecil hanya
karena berbeda dalam luas dan banyaknya bahan. Berkali-kali
secara prinsip mereka mengulang apa yang dikatakan dan
disuratkan nabi-nabi besar itu.
Beberapa di
antara nabi-nabi “kecil” hidup pada zaman yang sama. Hosea,
Amos, dan Mikha sezaman dengan Yesaya dan bernubuat pada zaman
pemerintahan Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia, raja-raja Yehuda.
Sepanjang periode ini, terutama dalam pemerintahan Raja Uzia
yang lama itu, turunan raja Yehu masih makmur di dalam diri
Yerobeam II, seorang raja yang benar-benar ternama di kerajaan
sepuluh suku bangsa Israel di Utara itu.
Nabi-nabi
“kecil” ini adalah orang-orang benar yang bersemangat, kuat
dan tak suka berkompromi. Mereka menginsafi perhubungan
pribadi kepada Yehova sebagai nabi dan tanggung jawab mereka
untuk setia dalam hal mewakili Dia di hadapan bangsa itu.
Misalnya, Amos tidak hendak dipertakuti oleh Amazia, imam di
Betel dan kaki tangan Yerobeam II, yang mencoba mengatupkan
mulutnya. Rupanya Amazia mengira Amos ini seorang dari antara
golongan nabi populer, yang bernubuat untuk mendapat laba
jasmani. |