|
Yohanes,
sebagai seorang saksi yang melihat dengan mata kepala sendiri
dan yang sangat akrab dengan Yesus, menambahkan banyak seluk
beluk dan pengalamannya sendiri yang tidak ditemukan dalam
Injil-injil lain. Injilnya menekankan pribadi dan pekerjaan
Yesus dan hanya sedikit menyebutkan tentang mukjizat-mukjizat
dan bukti-bukti lahiriah dibandingkan dengan Injil-injil yang
lain. Mukjizat-mukjizat yang dipilihnya (hanya ada 8 saja)
disajikan dengan terperinci, tetapi diperlakukan sebagai
tanda-tanda yang menunjukkan dan menggambarkan sifat dan
tabiat Yesus. Yesus sendirilah yang selalu merupakan pusat
perhatian dan bukan mukjizat-Nya.
Hal lain
yang menarik dari Injil ini adalah caranya menunjukkan
bagaimana Yesus menghadapi keadaan-keadaan darurat dalam
kehidupan manusia berhubungan dengan ruang, waktu, hukum alam,
kemalangan, dan kematian: Yesus menang di dalam setiap
peristiwa, meskipun orang lain tidak berdaya. Di dalam semua
ini tampak bermacam-macam pertikaian dan perdebatan, yang
kesemuanya merupakan segi-segi pertentangan hebat antara
kepercayaan dan ketidakpercayaan. |