|
Kasihan Ira,
pikirnya, masih kecil, masih tujuh tahun, sudah tidak
mempunyai orang tua lagi. Dia masih mujur bisa menikmati kasih
ibu bapaknya sampai usia sepuluh tahun. Sekarang...
Pada saat itu
pintu depan terbuka dan gadis yang dilihatnya di balik jendela
itu sekarang berdiri berkacak pinggang di teras.
“Ke luar! Berani
memasuki halaman tanpa permisi, mau apa, mencuri ya?”
kata-kata kasar itu ke luar dan mulut gadis itu.
Ira menjadi gugup
dan lari ke pintu pagar. Tapi...
Ira
terpincang-pincang menahan sakit, dia menggigit bibirnya agar
jangan menangis. Darah mengucur dan lututnya membasahi kakinya
yang kotor.
“Ira, jangan kita
membalas kejahatan dengan kejahatan. Lebih baik kita
memperlakukan dia dengan baik saja,” kata Sumi perlahan.
“Kembalilah,
kubunuh kau,” teriaknya. Dia kernbali ke ruangan dengan maksud
mengambil goloknya, ternyata.
Bacalah cerita
ini untuk mengetahui kelanjutannya . . . |